Panduan Popok

Cara mencegah kebocoran popok tipe perekat

Penyebab utama kebocoran adalah penggunaan popok yang ukurannya tidak sesuai, jadi tolong diperiksa dengan teliti. Bayi juga pipis lebih banyak seiring bertambahnya umur -- misalnya bayi berumur 1 tahun pipis 2x lebih banyak dari bayi baru lahir. Walaupun popoknya mungkin sudah di ukuran yang tepat, mungkin popok tidak dapat menampung cairan dalam jumlah sebanyak yang dikeluarkan bayi besar. Dalam hal popok sekali pakai, semakin besar ukurannya, semakin besar daya tampungnya. Jadi bila popok bayi mulai bocor secara rutin, cobalah satu ukuran lebih besar. Bila popok bocor atau melorot walaupun menurut Anda telah dipakaikan dengan benar, coba perhatikan kembali dasar-dasar pemasangan popok.

  • Apakah bagian samping popok terlipat ke dalam?
  • Apakah perekat dipasang dengan pas di perut bayi?  
  • Apakah ada ruang longgar/celah antara popok dan paha?

Bermasalah dengan popok bocor? Bacalah ini!

Mengapa popok bayi bocor?
Saran-saran mengenai kebocoran dari berbagai bagian popok.

1. Kebocoran dari belakang

Penyebab

  1. Ruang longgar antara popok dan punggung bayi
  2. Tendangan bayi begitu kuat hingga popok melorot (sering terjadi pada popok ukuran S)
  3. Popok telalu direkatkan ke depan, sehinggan bagian belakangnya terlalu pendek

Saran

Ketika memasang popok di bawah pantat bayi, pastikan posisinya tepat di bawah. Angkat sisi belakang sedikit lebih tinggi dari sisi depan, lalu kencangkan perekat secara diagonal ke bawah  

2. Kebocoran dari samping

Penyebab

  1. Sambungan kaki terlipat ke dalam
  2. Perekat dipasang di luar area (3)
  3. Perekat tidak terpasang dengan baik dan rata pada kedua sisi

Saran

Pastikan ujung popok tidak terlipat dan perekat terpasang dengan baik. Bila perekat terpasang di luar area (3), mungkin sudah saatnya mengganti ukuran ke lebih besar. Cobalah 1 ukuran lebih besar.  

3. Kebocoran dari selangkangan

Penyebab

  1. Bagian samping kaki terlipat ke dalam
  2. Terdapat celah di sekitar paha (saat mendudukkan bayi dengan kaki terentang pada kursi bayi atau kereta bayi, sering menimbulkan rongga pada paha

Saran

Letakkan popok pada punggung bayi, kemudian angkat bagian depan hingga tepat pada pusar bayi. Pastikan perekat samping terletak pas pada lipatan kaki dan menghadap keluar. Bila popok bocor setelah bayi dipasangi pook, kencangkan perekat diagonal ke bawah untuk mencegah terbentuk rongga.

4. Kebocoran dari area perut

Penyebab

  1. Popok terlalu longgar di sekitar perut
  2. Ketika bayi sedang berbaring pada perut, air pipis cenderung mengalir ke atas menuju perut bayi
  3. (Pada anak laki-laki) penisnya mengarah ke atas

Saran

Angkat bagian depan popok sedikit lebih tinggi dari bagian belakang dan kencangkan perekat sampai pusar tertutup popok. Untuk anak laki-laki pastikan penis mengarah ke bawah.

Page Top